Allah itu indah dan mencintai keindahan
Ketika kita merenungkan ciptaan Allah.Semuanya indah,dan
sempurna, tidak ada sedikitpun cacat dalam ciptaannya.
Dari sekian banyak pro dan kontra mengenai izin seorang
wanita untuk berhias,saya pribadi berpendapat tidak dilarang,karena Allah itu
indah dan mencintai keindahan.
Islam sendiri tidak melarang wanitanya untuk berhias. Karena
itu merupakan naluri manusia yang sangat alami,asalkan tidak dilakukan secara
berlebihan dan bukan tabarruj al jahiliah, yaitu
suatu istilah dalam Al-Qur’an untuk menjelaskan segala hal yang dilakukan orang
jahiliyah sebelum zaman nabi Muhammmad SAW, yang dapat menimbulkan rangsangan
birahi kepada selain suami istri.
Riasan Pengantin Muslim.
Dari beberapa diskusi saya dengan ulama dan ahli fiqih, ada
beberapa hal yang harus diperhatikan oleh wanita dalam berhias, diantaranya:
A. Membentuk
Alis.
Dari pendapat ulama mahzab Hambali disimpulkan bahwa
merapikan bentuk alis tanpa menjadi sangat tipis masih diperbolehkan dalam
islam.
Untuk penerapan yang paling aman alis tidak perlu dicukur
sampai habis,cukup dirapikan saja, kemudian tebalkan garisnya dengan
kuas,karena bentuk alis semua wanita itu indah.Hanya perlu sedikit usaha untuk
menyempurnakannya.
B. Tidak menyambung rambut.
Hukum menyambung rambut adalah haram dalam islam .Namun dalam
penerapan rias berjilbab ,menyambung rambut diperbolehkan asalkan yang terlihat
adalah jilbanya, bukan rambutnya. Sehingga jilbab disini hanya berfungsi
sebagai sumpal.
C. Memakai
Bulumata palsu
Ulama berbeda-beda pendapat tentang memakai bulumata palsu,
ada yang berbeda pendapat sama sekali tidak boleh, ada yang memperbolehkan
dengan dasar pemikiran yaitu bahwa mata bukanlah aurat, sedangkan yang dilarang
adalah menyambung rambut di kepala yang memang aurat.
D. Tidak
Dirias oleh Laki-laki yang Bukan Muhrim
Sebaiknya
wanita musilmah tidak dirias oleh laki-laki yang bukan muhrim, karena dalam
beberapa kesempatan harus menampakan auratnya, terutama ketika mengenakan jilbab
ataupun ketika berganti pakaian.
E. Berwudhu
Sebelum bermake-up.
Berwudhu
sebelum bermake-up sangat dianjurkan, karena selain baik untuk kebersihan dan
kesehatan kulit, juga diperlukan bagi riasan yang menggunakan bahan dasar
“water Proof” seperti eye Liner dan Mascara, sehingga bagi wanita yang tidak sedang haid, tidak
perlu mencuci bersih make-up sebelum melaksanakan sholat,
Namun bila batal wudhu, maka make-up harus
dicuci bersih sebelum melaksanakan wudhu baru kemudian bisa melaksanakan
sholat.
F. Tidak
melaksanakan ritual diluar yang dicontohkan rosul.
Ada
beberapa teman se profesi perias yang menyarankan calon pengantin untuk
melakukan ritual-ritual tertentu sebelum hari pernikahan, misalnya seperti
berpuasa selama 40 hari, mandi kembang 7 rupa,dan sebagainya demi kelancaran
dan tampil cantik pada hari pernikahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar